Followers

Tampilkan postingan dengan label Yusniyanti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yusniyanti. Tampilkan semua postingan

Tautan Situs Di Blog Cerita Eysa

Posted by Cerita Dewasa Kamis, 02 Februari 2012 3 komentar
Cerita silat eysa Tautan Situs di Blog Cerita Eysa
- Awalnya Blog Cerita Eysa ini beralamat di www.eysa-afif.co.cc, namun semenjak co.cc dibanned google sekitar akhir juni 2011 alamat tersebut dirubah menjadi http://cerita-eysa.blogspot.com, dan tak dirubah menjadi ke co.cc awal meski co.cc udah diindex lagi oleh google pada 10 Desember 2011 kemarin.

Lalu adakah hubungan intro di atas dengan judul 'Tautan Situs di Blog Cerita Eysa? Hubungannya jelas ada. Begini, Saya merasa heran dan kaget saja. Karena Blog tersebut dalam jangka waktu setengah tahunan kok sudah mendapat tautan situs ya? Biasanya tautan situs diberikan ke blog yang sudah terkenal dan relatif lama dalam ngeblog dengan alamat yang sama. Setelah saya pikir dan diselidiki, kemungkinan blog diberi Tautan Situs adalah melihat banyaknya jumlah postingan dan banyaknya backlink yang mengarah ke blog yang bersangkutan.

Bicara jumlah postingan, blog cerita eysa sudah lebih dari 1000 postingan. Ok lah brati cukup banyak dan mungkin tautan situs diberikan. Namun bicara backlink kayaknya sih nggak karena PR blog tsb baru 2.
Lalu alasan cara agar blog dapat tautan situs dari google apa ya?

Ada yang tahu?

Cerita Dewasa
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2012/02/tautan-situs-di-blog-cerita-eysa.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Sebuah kontemplasi jiwa sang pemikir

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 28 Mei 2011 2 komentar
Sebuah kontemplasi jiwa sang pemikir
oleh Yusniya El Musyafa[yusniyanti] pada 11 Februari 2011 jam 11:27

Ada banyak hal yang terpikirkan dalam sebuah nyanyian kehidupan sarat persoalan. Lumrah, manusia diciptakan dengan 1001 macam gandengan sebuah permasalahan dalam kehidupannya masing-masing. Besar kecilnya tergantung bagaimana kita menafsirkannya dengan bahasa keyakinan diri kita dalam memandang dan menyikapi sebuah masalah tersebut. Hingga terkadang, dalam pandangan sebagian orang intensitas masalah yg bernilai kecil bisa saja terlalu dibesar-besarkan dan masalah besar terkadang pula dianggap sepele. Lalu ketika permasalahan yg besar/kecil itu sama-sama berdampak _menghasilkan efek negatif karena terlalu lama diabaikan_, maka tak pelak orang akan panik, kalang kabut, terlibat konflik dan berujung pada sebuah masalah yang makin membesar dan tak tentu temu ujung persoalannya.

Ah manusia, kadang hati ini bertanya,
"sosokmu _yang katanya_ sempurna, tapi kenapa perilakumu jauh dari kata "SEMPURNA" yang Tuhan telah sematkan ucapan itu kedalam wujud _ada_mu. Meski tak semuanya, tapi, tetap saja aku terheran-heran.
(loh yusni, kamu kan juga manusia dan menjadi bagian pula dari wujud sosok "sempurna" seperti apa Tuhan berucap, lalu bagaimana dengan perilakumu sendiri??,
hihi, jadi beretoris ria)

Aneh, jiwa pemikirku selalu saja memikirkan hal-hal yang terkadang orang lain menganggapnya sepele, tapi bagiku itu tergelitik tuk dicermati, dipahami dan terkadang dikonklusikan kedalam jawaban-jawaban yang aku menganggapnya kotak akhir sebuah penilaian. Meski nantinya kan percuma saja, jawaban-jawaban persoalan kehidupan itu kan menguap sia-sia ditelan angin waktu yang menghembuskannya untuk berlalu.

Ini kontemplasi seorang jiwa pemikir,
pertanyaan retoris adalah makanan otaknya sehari-hari.
Jangan heran,
ia terkadang berpikir diluar nalar yang orang lainpun tak sanggup menggapai pemikirannya.
Ia terkadang emosi akan suatu hal, yang menurutnya itu tidak benar dan tak selaras dengan jiwa pemikirnya.
Jika matanya menemukan keganjilan dalam sebuah jawaban persoalan, maka secepat kilat otaknya berkontraksi, sel-sel saraf pemikirnya memompa ekstra cepat menemukan sebuah jawaban yang dianggap pas.
Sementara hatinya berteriak,
"hei.. Kau salah menebak"/
"itu bukan jawaban yg bagus.."/
"ah bodoh sekali orang-orang pintar itu"/
"ah..menurutku bukan seperti ini"/
"masa pertanyaan segitu aja tak terjawab"/
"halah..jawaban yg tak selaras"/
"kenapa ko tak nyambung"/
"ya..ya..ya.. Itu jelas tebakan yang salah".
"kenapa serasa ada yang kurang"/
"hoho, maaf, itu tak bagus"/

Ini kontemplasi seorang jiwa pemikir,
ia kan menelan bulat-bulat sebuah pernyataan lalu mengeluarkannya kembali dalam bentuk jawaban yang matang, cukup untuk membuat mulut-mulut itu terbungkam diam.
Terkadang ia meradang, bukan pada siapa-siapa. Tapi pada diri sendiri yang mengharuskannya tuk terus berpikir dan berpikir, mencari jawab disetiap pertanyaan yang tiba-tiba mencruat keluar permukaan.
Ia gelisah pada pemikirannya sendiri, pada jiwa pemikirnya yang terkadang, tak bisa berhenti _tuk sejenak saja_ membuka buku dan mencari jawab persoalan.

Ini kontemplasi seorang jiwa pemikir, inginnya dalam hati tuk sejenak bungkam. Membawa tawa-tawa cerianya keluar melewati celah-celah tulang rusuk yang memproteksi hatinya.
Lalu, dalam perjalanan ia _dalam tenangnya_ bersenandung lunglai, mendesah sekarat pada hatinya.
Puncak gunung es rapuh, dingin membeku tak mencair, lalu mencari padang sabana yang tengah tandus tuk teriakkan sumbang nyanyian emosi jiwanya ke udara,

//"sekali ini, ingin kukatakan bahwa aku kalah,
kalahh??
Yah, kalah, kalah oleh ketidakmampuanku menentukan pilihan-pilihan jawaban yg selalu timbul tenggelam dipikiran itu/
mengawang tinggi rendah melintasi bukit-bukit cabang neuron yg berjumlah ratusan miliar itu..
Aduhai otak, berhentilah berpikir, meski tuk sejenak saja.
Rasa-rasanya, ingin kuletakkan sebentar dan kukeluarkan daging otak ini dari tempurung kepala.
Membentur-benturkanmu takan cukup tuk membuatmu terparkir pada tanda STOP atau membuatmu menarik rem kendali tanda diam, yang ada pastilah hanya rasa sakit yang teriakkannya memekakkan rumah siput gendang telinga.

Hei, hei, hei jawaban apa yang hendak kau cari lagi dalam kehidupanmu yang nyaris tak berpelangi, bahkan mati ini.
Sadarkah kau telah membuat hari-hariku dipenuhi berjuta tanya yang menggelayut dan bergelantungan dalam ranting-ranting rimba akson itu.
Aku kalah, sekali lagi kalah/
kalah oleh ketidakberdayaanku membuat sikap tegas itu memancar dari dinding-dinding kerapuhan.
Inginku lepas, berteriak garang pada kehidupan yang belitan masalahnya terlalu kuat tuk aku genggam,/
Berhentilah sejenak,
Berhentilah sejenak,
pada ranum bukit kepercayaan diri menentukan sikap yg masa kedewasaanya nanti bakal aku petik sendiri.
Lihatlah,
bukankah telah kukibarkan putih kain ini yang menandakan bahwa aku telah berserah diri.
Lihatlah, aku sudah kalah.
Meski bukan puncaknya, tapi sadarku berhenti tuk sejenak merenung di titik nadhir ini.
Di titik yang tak sedikitpun memberikan ruang untukku melepas tawa//.
Inilah kenapa kukatakan,
ini...kontemplasi jiwa seorang pemikir.

RANGKAIAN KONKLUSI-KONKLUSI TAK BERNYAWA

Analisis berpikir, secara verbatim jawaban itu tersusun dengan sendirinya membentuk serangkain puzzle yang terbentuk sempurna. Lalu sebagai penanda jawabnya, tangan dengan lincah merangkai kata dan mulut tak berhenti bercerita tuk menjelaskan.
Terkadang seakan bak pujangga kala bersenandung syair lewat rangkaian bahasa beraturan licensia puitica, seorang pendebat kala dengan lincah mulutnya lantang bersuara, seorang filosuf kala sajian filosofinya berkumandang.

Hemm, sementara ini dulu deh. Contoh-contoh yang membentuk rangkain konklusi tak bernyawanya tak jabarin aja lain waktu.


Priiiiiiit.... Waktunya berhenti berpikir yusni!


Penjara pengap otak, 11 Pebruari 2011
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/05/sebuah-kontemplasi-jiwa-sang-pemikir.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Sedang menguliti masa lalu neh..

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 21 Mei 2011 1 komentar
Sedang menguliti masa lalu neh..
oleh yusniyanti

Hari ini aku melonjak-lonjak girang, tau ga kenapa??
Ahhayy... Tentu saja, karena melihat tumpukan buku-buku yang mengerling manja padaku. Wkwkwkwk..
Ohhoi tentu saja, dalam kardus besar itu tumpukan buku-buku yang tak pernah dijamah itu harus aku obrak-abrik (hadjuh.duh.duh..bagian ini neh yang paling aku suka). Ibarat melakukan operasi bedah anatomi buku-buku yang lama tak bertuan. Setelah ditugasi menjemput si Tuan Putri ayunda tercinta yang datang dari Bekasi. Menunggunya ditepi jalan tuk dijemput pulang, *ting! Ting! Tak lupa bawa Koran hasil palakan yang belum sempat terbaca n tuk aku baca pula sambil menunggu*
alhasil.. Dikira tukang owjeg cewe yang lagi nunggu penumpang dipersimpangan.
Haha

Mataku berbinar terang melihat sebuah kotak persegi empat, "alohaaaa.." kutemukan buku diary lamaku (hewlooo..anak-anak PNI, diary dapat doorprize neh waktu Rihlah di Pulau Bemban, Februari 2009 tahun lalu...inget kaga!,)
*weitz dah! Teriaknya kurang kenceng tuh! Pzzt.ztt. Malu-maluin :( *

Masih ingat kalo dalam diary ini kutulis beberapa puisi masa lampau jaman baheula yang membuat aku berkaca "wuaduh yusni..ini gaya bahasa tulisanmu beberapa tahun lalu.. Lo sekarang kaya apa coba kepandaian lu berkata-kata, lo buat nulis aja males gitu hah!, penyakit campak 'kaslan' aja yang lu piara!".
Alamaaak... Cuma bisa terdiam merenung saja kalau sudah begini.

Ini...kisah "nuansa tangan berpelangi"ku di masa lalu yang mengharu biru.
Dalam sebongkah kenangan yang ingatannya takkan pernah usai, meski waktu membuat jarak antaranya begitu jauh terasa, dan takkan pernah tergapai.
Tapi masih jua mampu berpikir betapa Tuhan Maha Sempurna Menciptakan sebuah gelembung kecil bernafas yang dibuat dari Lafadz cinta tuk kita senantiasa mengingat_Nya. Menyembunyikannya dalam sebuah batok yang kukuh dan keras yang bernama kepala.
Fabiayyi alaa' irobbikuma tukadziban??
Maka nikmat Tuhan manakah yang Engkau dustakan??.

Batam, 07 Maret 2008.
* Elegi Cinta Sejati*

Dari awal sudah aku duga,
bahwa kita memang berbeda..

Berawal dari chatting lewat komputer,
berlanjut dengan saling berkirim pesan
Kau adalah penggemar berat Hary Potter,
sedang aku pengagum setia Habiburrahman

hooooh...
Ibarat makanan tradisional cilok
dengan makanan mewah Fried Chicken
Kau paling cinta musik rock,
Aku pendengar setia alunan Nasyid Modern

alamaaaaak...
Kau bilang mengidolakan Josh Bush
Tokoh yang kau anggap terhebat sepanjang abad
Sedang bagiku, tiada yang kusanjung selain Nabi Muhammad

Hooooh.. Serasa badan ingin pingsan
Saat ku tau kau paling suka kebut-kebutan di jalan
Tapi bagiku hati tenang jika membaca Al Qur'an

Kau tertawa ngakak,
Waktu kau tau aku lebih suka pergi mengaji
Aaah.. Sedang bagimu tiada lagi selain Panbil & Plaza yang kau jejali

Tapi..
Hati ini bergemuruh kelu,
saat kau bilang..
" aku jatuh cinta padamu, maukah kau menjadi bidadari jiwaku?"
pintamu lembut merayu.

Haduuuuuuh,
serasa mau copot jantung masuk ke lambung
gemetar badan sampai keringat dingin keluar.
Kucoba tenangkan hati berikan jawaban
andaikan tak ingat Ar Rahman, tinggal tunggu akhirat sudah siapkan gantungan.

Ku tersenyum dalam kemantapan iman
jawabku tanpa ragu,
"Cintaku hanya satu
takkan kubagi walau kau rela mati
takkan kuberi walau hanya se centy.."
"Rinduku hanya satu,
takkan kuberi walau kau mati bunuh diri.
Cintaku cinta suci, cinta sejati yang kekal abadi,
cintaku bukan nafsu, ia datang dari kalbu,
Cintaku tulus dari jiwa murni,
hanya untuk Alloh, Sang Robbul Izzati".

Ku liat engkau tertunduk lesu
jatuh air matamu dalam tangisan haru
" Yah.. Takkan kupaksa kau luluh bidadariku"..
Ucapmu sambil pergi menjauh.

(menjadi Juara 3 dalam lomba menulis puisi IRMEX PT EX BATAM INDONESIA n dikira based on thrue story, padahal??).

Atau, pada sebuah catatan puisi permintaan teman untuk sang pujaan yang kini telah berusia 4 tahun seperti ini.

*senandung rasa*
Entah mengapa rasa itu semakin membesar
menggumpal dalam kebekuan
bersatu dalam aliran darah yang mengaliri urat nadiku,
menyelinap dalam relung kalbuku, bergemuruh seperti badai pasir sahara dalam dadaku

katakanlah rasa apa ini sesungguhnya?
Hidupku tak bisa tenang tanpa memikirkannya.
Katakan padaku, rasa apa yang sesungguhnya menderaku??
Terselip kerinduan yang mendalam saat dia jauh dariku,
meskipun begitu cintaku pada RABB_ku dan Rasulku mengalahkan segalanya,
karena aku tau, inilah keagungan nikmat cinta yang paling Maha.

Atau pada sebuah puisi tak berjudul atu ini,

Tatkala sang rembulan berucap pada langit yang menjadi selimut heningnya malam,
" hiasilah malam dengan keelokan kegelapanmu, maka kan kuterangi dengan semburat kemilau cahayaku.."

Lìatlah dibawah sana,,
seseorang yang sedang meneguk sebotol anggur kerinduan pada RABBnya,
bernaung dibawah bilik keridhoan_Nya,
maka perdengarkanlah pula alunan senandung syair sang pujangga,
pada kerinduannya menjadi pengagum cinta,
suaranya yang lirih mengikuti semilir angin yang berhembus di keheningan malam.
Lalu ucapnya padaku,
" wahai rembulan, kapan akan kau sampaikan kerinduanku pada kekasihku..?".


Well, kalau sudah begitu pasti sang teman akan mengirim sms balasan yang berupa makian tentu saja, yang jika kubayangkan ia kan mencak-mencak berkacak pinggang sambil berucap..
" yusniiiii.... Puisimu ituuuu.. Tu puisi doa apa buat rintihan ke Tuhan seh..itu tuh buat pacar guee.."
wakakakak..
Lo udah begini aku cuma bisa tertawa ngakak, "dari sononya muter-muter buat perkataan ya ujung-ujungnya gitu non, hehe.. Kan biar ingetnya ga ama doi mulu..hìhi.. Pizz..pizz".

Bisa saja jitakan melayang kalau sudah ketemu n mengalir kabar lo puisiku itu di komment "suka" meski tanda tanya maknanya n jadi bahan jiplakan buat temen pacarnya itu dikirim ke pacarnya juga. *nah lu bingung...*.
Haha.."itung-itung buat sedekah aja lah".

Dalam kenangan_ mengobrak-abrik masa lalu lewat sebuah buku itu selalu saja terasa menyenangkan.

Sayyidul ayyam, 31 Desember '10
__dalam catatan akhir tahun__
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/05/sedang-menguliti-masa-lalu-neh.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Andai dalam sebuah "kenangan"

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 14 Mei 2011 0 komentar
Andai dalam sebuah "kenangan"
oleh Yusniyanti


Andai kenangan terbuat dari batu, tentu kupukulkan godam hingga luluh jadi abu.

Andai kenangan tersusun dari api, pasti kuguyurkan air hingga musnah tak kembali.

Andai kenangan terbentuk dari kain, mungkin sudah kucabik menjadi perca,
tapi mungkinkah kenangan kutepiskan.

Bukankah manusia tanpa kenangan bagai tubuh tanpa ingatan.

(Hikaru Noabi dalam novelnya "13 Tembang Hati di Hokkaido").

Lama terdiam di Toko Buku ini, menatap lekat sebuah buku, pada kata demi kata dan tiap bait yang merayap dari maknanya yang timbul tenggelam dipikiran. Sesaat, tuk sesaat mencoba merenung terdiam.

Kenangan??
Sebuah episode kehidupan yang terpotong menjadi penggalan dalam ingatan. Ia seakan menjadi nyanyian sunyi menyendiri yang tempatnya nun jauh disana tetapi mudah tergapai sewaktu-waktu.
Sedang dalam garis takdirnya, ia terbagi menjadi sesuatu yang dikubur, disimpan, diingat, dilupa atau bahkan dibuang jauh-jauh dari memory sang pemiliknya. Sebab ditiap bagiannya memiliki catatan kisah tersendiri yang terbingkai dalam ruang rahasia hati yang hanya pemiliknya yang tahu.

Senang, sedih, pahit, kelam, indah, hingga menjadi sesuatu yang melekat selamanya dalam ingatan dan menjalani peranannya dalam mewarnai perjalanan hidup para pemilik nafas kehidupan.

"Tuhan, andai waktu dapat diputar, pasti kan kuperbaiki kesalahan itu"
ucap seorang hamba yang sedang mengiba diharibaan Tuannya.
Kenangan buruk yang menyapa seolah mencipta relung-relung dosa tuk bersimpuh menjadi penyesalan dengan ingin memutar waktu tuk melakukan perbaikan.
Lihatlah, Tuhan begitu Maha Penyayang hingga kita masih dibiarkan_Nya hidup menghirup napas kebebasan, bukankah berarti waktu mempersilakan kita pula tuk memperbaiki diri, tanpa harus menengok kebelakang, selama detak nadi masih berdenyut selama itu pula kesempatan itu terhampar.

"aku seketika ingin terdiam, menikmati detik demi detik hembusan angin menampar wajahku saat tegakku berdiri dibawah halaman berisi pohon Mangga itu, sebab padanya disitulah terletak kenangan terindah masa kecilku"
aduhai, kenangan memang tak bisa menyembunyikan seraut wajah bahagia saat kita temukan sebuah tempat yang dahulu banyak menyimpan cerita akan masa lalu.
Perlahan, menjelma menjadi butir-butir perasaan haru yang membuncah dada. Seakan tak ingin waktu terlewat, yang hanya ingin cuma aku dan kenangan yang ada.

Yang dulu kecil menjelma besar, yang ada menjadi tiada dan yang dulu tak pernah ada kini nampak terlihat mata. Lalu semuanya kan terlihat sama saat kita melihat nyata.

Tak ingin jua dipungkiri, ada rindu dan benci saat kenangan itu sewaktu-waktu terhadirkan dalam ingatan dihadapan.


Toko Buku Salemba.
30 Desember 2010
16:37:13
pada gerimis yang tertumpah dari pintu langit.... Terucap salam kesenduan "Allohuma soyyiban nafia'"
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/05/andai-dalam-sebuah-kenangan.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Hati-hati menilai sebuah rasa yang bernama "NASIONALISME"

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 07 Mei 2011 0 komentar
Hati-hati menilai sebuah rasa yang bernama "NASIONALISME"
By : yusniyanti

Tak dipungkiri kekalahan telak Indonesia 3-0 atas Malaysia Minggu malam, 26 Desember 2010 lalu membawa dampak kekecewaan yang luar biasa dihati para rakyat Indonesia. Gimana ga saya bilang di "hati" lah wong sampai ada yang nangis-nangis, melelehkan air mata, bahkan menjadi bahkan perbincangan yang nyaris tiada henti sepanjang hari. Melanda disegala aspek kehidupan dari berita-berita di TV, Radio, koran, majalah, tongkrongan-tongkrongan di Warteg, tukang ojeg, swalayan, kantor, organisasi-organisasi, pasar bahkan merebak hingga jadi perubahan topik ibu-ibu tukang gosip, tak ketinggalan ibu-ibu yang lagi pada belanja ditukang sayur keliling juga iya.

Dahsyat!!
Kata-kata yang pantas tersemat untuk topik terpanas yang diangkat negeri ini saat ini. Suasana kesedihannya terasa sampai kepelosok negeri, setara dengan aroma kebanggan saat Timnas berhasil melaju kebabak final mengalahkan Philipina 1-0 di dua leg semi final kemarin.
(loh ko hapal yus, katanya g suka bola?.
Eitz dah! Gimana kaga hapal, pergi kemane-mane berita ntu terus yg disiarin macam orang indonesia seakan menjadi tukang iklan yang bae aja lo urusan bangga jadi Warga Indonesia).

Dampak kekecewaan itu hampir membias juga sama setaranya seperti dampak euforia kemenangannya. Hingga masalah saling melempar dan tuding-menuding kesalahan "ko bisa kalah??" menjadi bola panas yang bergulir pula ditengah-tengah para pengamat, pembicara, pejabat politik sampai kepada pihak PSSI sendiri. Mau yang lebih parah??
Okke, lihatlah para Ibu-ibu (baik yg katanya pengagum christian gonzales atau ibu-ibu yg lagi terkena dampak virus "euforia bola") turut jua berkomentar kesal atas kekalahan Timnas Indonesia. Dari anak-anak kecil sampai ketingkat dewasapun tak mau kalah, mereka mengumpat, memaki dan bahkan marah-marah tanpa sebab jelas karena kekalahan Timnas kesayangan. Terlebih melihat kecurangan Supporter Timnas Malaysia atas kejadian "sinar laser" nya yang dituding menjadi penyebab kekalahan, disamping faktor-faktor yang lain yang menjadi bumbu kisruh perdebatan tentang kegagalan yang terjadi kian panjang dan berakar.
Azli! Makin bersinergilah gemuruh kekecewaan dan kekesalan para supporter Indonesia atas Malaysia, sampai membuncah dada _katanya berhiperbola_.

Namun disini saya tak ingin mengetengahkan nilai-nilai kekecewaan yang saat ini masih membekas atau suasana pasca pertandingan. Hanya ingin menyampaikan sedikit unek-unek yang mengganjal terkait akan hal ini. Agar jangan karena perasaan dendam yang mungkin mengalir disebagian masyarakat Indonesia karena masalah kekalahan ini berimbas pada semangat Nasionalisme yang telah terpupuk justru mengarah pada pembentukan gerakan kebencian anti Malaysia hingga menghilangkan nilai-nilai toleransi antar bangsa. _catat! Meskipun bernilai kecil dan sepele_.

Ada hal menarik pasca pertandingan, menarik untuk dibahas, diulas, dikaji, diperbincangkan dan diangkat kepermukaan macam ini. (ughuk.ughuk.. Sok urgent benar!) Betapa saya melihat dampak kekecewaan ini menarik banyak simpatisan para Supporter Timnas Garuda untuk mengungkapkan kekesalannya atas Malaysia. Tidak hanya dukungan lewat gerakan Facebooker atau sebangsanya, tapi ini lewat perantara SMS yang wajib dikirimkan kepada orang lain jika tak ingin disebut sebagai Warga Indonesia yang tak baik.

Sebuah SMS yang membuat saya terbelalak, menggeleng heran, sekaligus mengelus dada sebagai bentuk keprihatinan saya atas moral anak bangsa yang begitu mudah digiring kepada "kamuflase dampak" topik terhangat yang tengah bergulir di negeri ini.

Simaklah, di awal pasti anda yang baru tahu akan tertawa terbahak.

"Banggalah pada bahasa Indonesia daripada bahasa Malaysia:
indo : kementrian Agama
Mlys: kementrian tak Berdosa (hello???!)

indo: Angkatan Darat
Mlys: Laskar Hentak" Bumi (ga asik banget)

indo: Angkatan Udara
mlys: Laskar Angin" (sekalian aja laskar pelangi)

indo: Merayap
mlys: Memeluk Bumi (emang bisa?)

Indo: Rmh Sakit Brsalin
Mlys: Hospital Korban Lelaki (tp bener sih :p)

indo: Belok kiri, belok kanan
Mlys: pusing kiri, pusing kanan (minum bodrex dong)

Indo: Departemen Pertanian
Mlys: Departemen Cucuk Tanam (yuk mari!!)

Indo: satpam
Mlys: penunggu maling (ngarep banget dimalingin, ampe ditungguin)

Indo: Dokter Ahli Jiwa
Mlys: Dokter Gila (ada yang mau disebut dokter gila?)

Indo: Traktor
Mlys: setrikaan bumi (bisa apa bumi disetrika? Ngeekngok)

indo: pocong
mlys: Hantu Bungkus (emang lemper--")
hehehe ampun deh..

Sebarin kalo kamu bangga jadi anak "Indonesia".. :)

catatan: tertanggal 27 Desember 2010 pukul 14:36:29

mungkin banyak orang mengira, SMS semacam itu menjadi pemompa semangat masyarakat sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat Tim supporter kesebelasan Timnas Garuda. Tapi sekali lagi hewlooo.. Mohon dicermati ulang apa makna yang terkandung dalam SMS tersebut selain sebagai bentuk pemupukan rasa kebencian dan pengadu dombaan orang-orang kita pada nilai kebangsaan negara lain.
Jangan menilai dari bentuk kelakar yang ditampilkan hanya karena segi bahasa yang mencolok atau bahkan terdengar aneh ditelinga kita karena tak biasa terdengar. Tapi lihatlah apa tujuan dari pengiriman SMS berantai macam ini??.

Aduhai, generasi bangsaku???
Tunjukkan bahwa kita adalah Bangsa besar yang bermartabat. Hal-hal kecil yang berdampak besar semacam ini jika tak dikendalikan bisa berakibat fatal pada nilai penanaman kebanggaan cinta bertanah air. Bisa menimbulkan salah persepsi akan nilai sebuah Nasionalisme dijagad nusantara ini. Tak sadarkah jika hal ini dibiarkan atau bahkan disebarluaskan maka ini membuktikan "inilah potret kebangsaan kita" yang tak mencerminkan rasa toleransi berbangsa.
Boleh atau silahkan saja berbangga dengan adanya bahasa sendiri, tapi pilihlah dalam jalur yang berkutub positif.

We Love you IndonesiaKu!!!
BRAVOO!!

Berjuanglah Garudaku!!
Kalah Menang bukan masalah!
Kami kan selalu mendukung n mencintaimu!

:)

Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/05/hati-hati-menilai-sebuah-rasa-yang.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

"kau pintar tapi kau tak cerdass!!"

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 23 April 2011 1 komentar
"kau pintar tapi kau tak cerdass!!"
oleh Yusniya El Musyafa{Yusniyanti] pada 13 Desember 2010 jam 11:58

Aku bergidig ketika harus beradu mulut dengan kakakku. Sebuah pertengkaran kecil yang dipicu oleh hal-hal sepele menurutku. Tapi yang namanya kakakku, kalau tak berhasil melampiaskan kekesalannya atas ulahku _yang menurut dia betapa tak taunya aku akan hal sepele semacam itu_. Hingga sebuah kata tendangan itu kan mengalir dari mulut pendiamnya.
"yusni.. 'kau pintar tapi tak cerdas!!!" ketusnya cadas dan berkesan sukses mematikan semua argumen yang bakal aku limpahkan atas tuduhannya.
Kali ini, berarti sebuah kesalahan telah muncul dan membuat dia kesal.

"kapan kau akan belajar jika hal macam ini saja kau tak tau" ucapnya.
Itu ketika aku dengan sengaja lupa tidak mencabut stop kontak magic com yang nasinya tinggal sedikit. Padahal kupikir dia juga biasa melakukannya untuk membuat sepiring nasi terakhir itu tetap hangat sebelum dimakan.
Lain waktu.
"kenapa kau menumpahkan semua minyaknya ke dalam kompor ini, kau tau ini tak boleh penuh2".
waktu itu aku hanya bisa menggeleng2kan kepalaku.
"it's ok, g bakal terjadi apa2 dg kompor minyak kesayanganmu itu, dibikin penuh pun ga bakal meledak, toh aku mengisinya juga sesuai standar pengisian 'penanda minyaknya' ".jelasku.
"penanda minyak itu tak berfungsi, g usah berpatok ma dia" sergahnya.
"penandanya jalan kakakku..
(adegan ini neh yg bisa bikin aku melotot sakin keselnya)
orang tiap aku isi minyak jarum merah itu jalan ko" belaku.
"percuma, lo ngisi setengah penuh aja" keukeuhnya mantap.
"nya sarua oge lamon kitu mah!
(tanda kesal memuncak logat asing bukan tegal mendadak keluar, haha),
terus gimana aku bisa tau kalo itu kompor udah terisi seberapa? Patokanya ya penanda merah ittu" tunjukku, mencoba melempar argumen meyakinkan (kali ini dibubuhi fakta "based on riset's field" sebab selama ini akulah pengisi rutin minyak tanah kompor kesayangannya itu).
"ga, pake prediksi aja, buat ngirit juga itu, minyak tanahnya mahal" tandasnya menutup perdebatan.
Ngalah juga akhirnya aku.

Lain waktu lagi,
"kau salah memasang ini, seharusnya begini"
atau,
"seharusnya kau meletakannya seperti ini, masa begitu aja kau tak tau".
Atau
"lampu ini jangan di matikan kalau kau pergi"
dan
bla.bla.bla.bla.bla...

Lalu ketika ucapan
"kau pintar tapi tak cerdas" itu keluar dari mulutnya, aku hanya bisa bernyanyi2 kecil mendendangkan lagu candil "serious" sambil melirik2 ke arahnya,,
"yussni juga manusia..punya rasa punya hati..jangan samakan dengan pisau belati,,,"
tentu saja dg ritme yang mengalun mendayu dg sdikit nada sarkasme (tau dah kerasa tersindir juga kaga tuh anak).

Ia hanya bisa tersenyum nyinyir kepadaku "manusia sih manusia tapi lo salah mulu namanya dah kelewatan" tandasnya kesal.
Kalo sudah begitu, senyum nyengir kan tersungging jua dari bibirku
"pahamilah adikmu ini ayundaku, namanya orang tak tau ya di ajarin ke.." aku memasang wajah memelas.
"makanya.. Itulah kamu, pintar tapi tak cerdas" ujarnya mencecar.
Mati kutu lah kalo udah begini.

Aneh, aku selalu mencerna kalimat itu dalam-dalam. Tentu saja diiringi dg kata pembuka "benarkah..benarkah" yang kemudian di susul dengan sejuta pertanyaan yang menggelayut akan kalimat menohok itu. Meski aku selalu menganggapnya sebuah olok2 untuk sekedar berkelakar tapi tak pelak juga otak mencernanya di pikiran. Sebuah sedikit kebanggaan tapi, menilik pada kata "kau pintar" nya itu yang menunjukan bahwa ia mengakui kalo adik pembuat onarnya ini berpredikat pintar. Haha.
Pintar?
Yah tentu saja pintar yang dinilai dari sudut pandang versi akademik.
Meski tak dipungkiri, mengingat nilai-nilai dirapotku yang takkan jauh dari deretan angka 8 atau 9 di masa MI dulu, atau usahaku mempertahankan predikat "rangking 1" dari kelas satu sampai kelas 3 SMEA lalu hingga menyabet gelar juara 1 sejurusan Adm. Perkantoran, atau melihat perjuanganku mati2an mendapat predikat "10 besar" di SMP ku dulu dg persaingan ketat banyaknya anak pintar di masa itu. Atau pula melihat perjuanganku bergadang tiap malam mempelajari "matematika, bhs inggris dan bhasa indonesia" hanya untuk menembus masuk sekolah SMEA kebanggaanya mengingat setahun aku menunda pendidikanku dan akhirnya pun aku bisa masuk dengan nomer pendaftaran terpampang manis diurutan 38 (nomor yang lolos masuk) menyingkirkan ratusan pendaftar yang jumlahnya mencapai seribu orang itu.

Toh bagiku, kata itu sudah percuma tersemat lagi di namaku sebab sekarang aku tidak lagi bernaung pada sebuah kehidupan yang bernama pendidikan, yang mengharuskanku berkutat menekuni buku2 pelajaran macam dulu. Pintar hanya tinggal kenangan.
Kini aku menjejali dunia baru yang orang sebut sebagai "universitas kehidupan", lengkap dg lika-liku dinamikanya sebagai orang susah.

Itulah aku kini, mencoba bergelut dg keadaan yang porsinya tak mampu lagi kuukur dg sebuah nilai yg berbenturan dg teori dan logika yang dulu jawabannya selalu ada di buku mata pelajaran atau buku2 lain yg hanya bisa kutemukan di "tempat rahasiaku", perpustakaan.

Aku dihadapkan pada sebuah pilihan yang takdirnya ditentukan oleh aku sendiri sebagai pemegang dan pengendalinya. Mungkin itu sebabnya, kakaku selalu mengatakan "kau pintar tapi tak cerdas".
Baginya hidup harus dijalani tanpa berpikir teori.
"teori mana yang akan kau ambil dalam mengambil keputusanmu itu hah??",
ucapan itulah yang seolah menyindirku akan betapa lambannya aku berpikir dan mengambil keputusan. Meski ada nilai2 dalam dirinya yang kadang tak mampu aku tolerir tapi bagiku wajar, mengingat posisinya sebagai saudara tertua yang tak dipungkiri bibit2 keegoisan itu mengalir dalam dirinya. Tapi aku senantiasa mahfum, ia adalah saudara kandungku dan menyadari ia punya cara tersendiri menyayangi kami adik2nya.

Aduhai, sekali lagi yusni juga manusia kakakku,,
ia butuh lebih banyak bimbingan, arahan, nasehat dan pelajaran dari engkau yang lebih dulu mengenal betapa keras dan lembutnya kehidupan ini.

Buatlah aku cerdas dikala kalimat itu tak mampu terangkum dalam pembelajaran istimewa yang diajarkan ibu kita yang nun jauh disana tuk saat ini.

Ijinkan aku mengerti dan merasakan perih apa yang telah kau rasakan pada hari2 yang belum aku lewati nanti. Biar aku tak tergilas, biar aku tak tergelincir dan berkubang dalam salahnya aku mengambil keputusan yang membuat aku seolah hidup adalah melulu tentang sebuah persoalan dan pilihan jawaban.

Sebelum masa perpisahan itu tiba, pada sebuah hari yang menjauhkan kau dan aku saat ini.
Pada sebuah hari ketika statusmu berubah menjadi "pendamping hidup" bagi orang lain.

Dan dari sudut hati terdalam hanya ingin kukatakan "betapa aku menyayangimu" dg segala sosok dan sifat yang melekat pada dirimu sebagai saudara kandung anak dari ayah dan ibuku.
Hingga nanti sebuah ungkapan manis kan mengalir dari bibir pendiammu yang menandakan bahwa aku mampu menjalani semua ini meski telah berlepas diri darimu,
"tak papa kau tak lagi pintar, tapi kau sudah mampu belajar cerdas".

Dan saat itu juga kan kulambungkan nyanyian candil ke udara.
"yusni jugaa manusiaa..punya rasa punya hati..
Karena sekarang bukaan anak kecil lagiii...yeaaaah".


Bekasi, 13 Desember '10

____to my lovely cictey___
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/04/kau-pintar-tapi-kau-tak-cerdass.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

FLP BATAM (sebuah cerpen yang teronggok lesu akibat salah paham. Bag. I)

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 16 April 2011 0 komentar
FLP BATAM (sebuah cerpen yang teronggok lesu akibat salah paham. Bag. I)
oleh Yusniyanti

BAB 1 : adegan nostalgila



aQu membuka laci, kutemukan beberapa lembar kertas kumuh dalam tumpukan buku2 lawasQu.
Ohooi.. Lihatlah ia terlihat dekil of the kucel dg penampilannya sekarang, bentuknya yang kini berlipat2 macam anak ilang yg lagi gelandangan itu menguap lebar, menggeliat ke kanan dan kekiri mirip beruang yang bangun dari tidur panjangnya. Mata sayunya perlahan membuka lebar selebar2nya, dan selang beberapa detik setelah melihatqu, ia berteriak2 garang "kemana saja kau selama 2 tahun ini heii yusni!! Lihatlah tulisan didadaku yang sudah pada luntur dan bernoda ini (menunjuk dadanya)! Heran bener seh aQu punya majikan penulis macam kamu! Mending rajin nulis lagi, baca ajja sekarang maless!"
ujarnya bertubi2 meledakkan kemarahanya. Loh padahal kan abis kaya orang bangun tidur, ko ngliat aqu langsung melek gitu.
Memanglah, pesona yusni..
Hihi,

"waw..waw..waaw luar biassa.." jawabqu enteng menanggapi aksi protesnya. "macam naga marah yang lagi ngeluarin semburan api ajja kau pake acara ngotot-ngotot begitu". UjarQu santai dg sok memakai logat medan. "bilang ajja lah kau kangen ma aku, 2 tahun rasanya sebentar, tak pernah pula aku mengingat kau barang sejenak hei kertas, kalo kau tak nongol aja macam tadi, takkan pulla aku tau kau ada disittuu", aQu makin memanas2i suasana.

"ohhoo..ap-ppa?? Enak aja loe ngatain gue begitu hah!! (nah loe si Naga kertas marah, logat LOE GUE nya aja ampe keluar gitu, tanda kemarahan stadium 7 tingkat akut tuh). Lalu lanjutnya
"sungguh teganya dirimu..teganya.. teganya..teganya.. teganyaaa..
Aduh Bang Megi Z, gue pinjem bentar lirik lagu loe buat marahin ini si kutu kupret" rutuknya kembali dengan nada melankolik.

Aqu jadi iba melihat kepasrahan kertas lusuh kesayanganqu itu, baru neh lo udah kaya gini aja baru bilang kesayangan. Mengingat dua tahun yang lalu sang kertas memang pernah menjadi kertas yang berisi cerpen pertama kebanggaanku. Pertama, yah pertama, sebuah cerpen pertama yang hendak aqu sumbangkan sebagai karya kebanggaanku di hadapan anak2 FLP Batam. Hingga akhirnya keinginan itu harus aq racun dan kubur dalam2. Seiring keaktifanqu sebagai anggota yang cuma bertahan sampai 2 minggu. Hoho, setengah bulan doanx n sehabis itu menghilang. Haha.

(udah dulu ah, berhubung kakak gw dah ngamuk2 minta pake neh hp, gw putusin dulu aja tulisan ini,
silahkan baca lanjutannya entar di session ke 2)
chaoooo...


*****
tez..tez..
Check s0und!
Check s0und!
Tez..
Tez..
Putri maniez..check!
Roger! Roger!
Yusni memanggil si kertas kucel..rojer..rojer!

Si wajah kucel melongo diantara lipetan karpet,
"nah loe, ketemu!" ujarQu girang.
"sialan loe! Dari tadi gue juga disini kutu kupret!" ujarnya memaki "loe kaga liat appa dari tadi gue tergeletak tak berdaya depan Tv, mending kaka loe nyingkirin gue ketempat yang amman!
Parah! Malah kena duduk pula!" umpatnya makin kesal. Aqu ketawa ngakak, liatlah gayanya mengelus-elus bodinya yang makin petekak petekuk tak berbentuk macam itu.
"hajujujuh.. Kasiaan" ucapQu seraya mengusapnya lembut dalam pangkuan.
"cowyi..bis sholat sekalian tadi cuy"..pelanku.

"nah loe, ingat juga loe sholat!" serangnya sadis.

Lahh ini, giliran adegan ini neh yang bikin aQu melotot beneran.

Si kertas kucel gantian ngakak.


"okkelah" kataqu kemudian. "dari pada qita ribut mulu mendinx damai deh". Suaraqu terdengar begitu bijak kayanya, lihat aja ia jadi menunduk diam gitu.

Tapi ko dia terlihat begitu jadi diam, menunduknya semakin dalam. Tuh kertas tidur apa sakin tersepona nya dengerin suaraqu yah, pikiranqu berkibas entah kemana."hus..hus"..

"yusni..." ucapnya lirih sambil mendongak kearahqu.
"aqu rindu ingin dibaca.." ucapnya dg kian lirih.
Aqu menatap dalam2 bodinya yang berisi kata2 hasil karya otakqu itu , yah itu ketikan karya hasil jerih payahqu, semalaman suntuk aq membuatnya, 2 tahun yang lalu.
Ku balik lembar terakhir catatan di kertas kucel. Tertera :
BATAM, 27 Desember 2008




by : yusniya el musyafa
* lihat cerpennya di part II nanti
(lo yang satu ini, adegan gue bern0stal gila ame si ntu kertas kucel hehe)

Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/04/flp-batam-sebuah-cerpen-yang-teronggok.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

EpiLog rinDu seorang haMba

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 09 April 2011 3 komentar
EpiLog rinDu seorang haMba
oleh Yusniyanti

" ya ROBBI..."
Jika lelah karena dunia ini mendera hamba,
ijinkanlah sejenak hamba bersandar di pangkuan_Mu,
usaplah lembut kepala hamba dg sentuhan Rahman dan Rahim_Mu..

...........
............

Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/04/epilog-rindu-seorang-hamba.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Sebutir kelapa celingukan, ...... ......

Posted by Cerita Dewasa Sabtu, 02 April 2011 8 komentar
Sebutir kelapa celingukan, ...... ......
oleh : Yusniyanti

"loh ko kelappa? kepala kali...eh ini apa pula maksudnya pake embel2 sebutir segala, emange tuh kepala buah apa, kamu gmna seh kalo ngetik" ia berkacak pinggang, mata melototnya menunjukan kalo ia memang sdang mengeluarkan ekspresi marah,
ya, marah,
M-A-R-A-H,
aQ mengeja kata itu di otak, tanganqu msih memegang keyboard dg mata yg menatap ekspresi marahnya. Baru datang, ngliat tulisan di layar, belum ngcheck naskah yg lagi tak garap. Tanpa sapa, tanpa senyum, tanpa koreksi.."..udah kena b0nus".

hemm..tempo Sepersekian detik kubayangkan kalo sosoknya tengah brwujud kartun animasi, yeah tentu saja _sepasang tanduk runcing di kepala dg muka berubah merah menyala_ "hoho" _tambahan sedikit polesan adegan kepulan asap bak banteng hendak menyerbu matador dg kain merah di tangan_. "hihi" aqu jd geli sndiri.

"wuoyy non!!!"
ia menggebrak meja,
(mungkin makin kesal melihatqu senyum2 sndri), seketika bayangan animasi itu lenyap di pelupuk mata, brganti sesosok wajah yang sedang berbalut emosi tingkat tinggi. Aqu mengakhiri masa senyumanqu membyangkan sosok animasi itu. Kini aq brganti diam. Kuliat beberapa pasang mata melirik, sebagian menahan tawanya, ada juga yang dengan gayanya memperagakan tangan dengan posisi mengelus2 dada (suruh sabar mksudnya).


"eh ganti tuh cerita, tulis lagi yang bener..gimana seh, jadi bagian editor aja ga becuss!! Meski baru harus bnyak blajar d0nx"

aQu hendak berbicara, tp harus kembali kutelan bulat2..

"kamu tau ga, ini cerita terbaikku yang tak jamin bakal jadi top release mggu ini" lalu smbungnya "apalagi jika hari ini ga dikelarin, bisa2 penerbit juga ga mau nerima, emangnya.., ..." _sampai disini tiba2 frekuensi suara menurun, volume mengecil atau tepatnya berubah lembut_ "makanya..lain kali..kalo kamu ga tau atau belum paham..ngomong ya sama aq, nanti biar tak jelasin atau perlu nanti aqu ajarin deh, kamu kan anggota baru..bla..bla..bla". Gaya suaranya kini brubah drastis, mimik dan body language spontan berubah seolah berbicara ia hendak memunculkan kesan anggun bak pemimpin bijak yang memaklumi ksalahan bwahannya.

Telingaqu yang dari tadi begitu antusias berteriak-teriak ingin segera menutup lubang pndengran krena sudh trlmpau merah padam mendngar kta2 makiannya perlahan mendingin.

"ada apa bu ine.." tanya seseorang yang tak lain adalah pak Rahman sang manajer, (pzzt..usut punya usut prubhan itu trjdi krna dr jauh sudh trlihat kedatngan sang manajer, dan entah dari mana ia datang tiba2 kini sudah berada disamping bosku).
Yang tadi memaki kini hanya bisa gelagapan, mencari kosa kata seindah dan sebijak mungkin untuk di dngar. Hmm, barangkali suara menggelegarnya trdngar sampai ruang manajer.

"ffuiich.. Akhirnya.." ucapqu lirih smbil menghela nafas.

"oh..eh..enggak pak.. Ini..si n0n pegawai baru, tadi salah mengetik naskah..bla bla bla.." dg lanjutan kalimat yg tak ingin lg ku dengar. "biarlah, fakta yang kan membungkam ocehanya nanti" pikirQu seolah tak pduli. ku liat sekeliling tiba2 hening diam, larut dalam pkerjaan, brlagak menekuri tugas depan lyar laptop masing2_ meski trlihat bberapa dri mreka memegang prut msih menahan tawa. "huuh sebbel.."

"wuahahaha
..gubragg!!" sesosok manusia datang, membawa tumpukan file2 yg kini pasang aksi brtengger dimeja krja baruku.
" selamat n0n.. Dapat tiket menangin piala "pindah bgian", summpah swwer asli kmarin kita2 suka gaya loe waktu kena bonus bentak bu ine, wuak kak kak,, lebih mrip jerry dianiaya ama si Tom" si randy brsemangat mengolok-olok.
aQu cuma bisa manyun menahan kesalqu.
"yah.. Lain kali kalo tmen lg ksushan gtu bntuin, jangan bsanya cuma pada nyengir kuda doanx" ucapku kesal.
"ceilleee.. Lagian juga ujungnya happy ending pun, lumayan kan 1 jam dalam kandang singa tapi seterusnya dalam sangkar emas" celotehnya.
"yah, sama-sama dikurung dong" cetusku.
"ya elah, setidaknya kan lbih baik ktimbng tiap hari dnger singa mengaum kya lg kelaparan hahaha" ucapnya dg bhasa sadis smbl ngloyor pergi.
"kisah sebutir kepala yang membwa berkah ya n0n..hehe" timpal ajeng yg tiba2 nongol dari bilik belakang meja krjaku.

*Bu ine meminta maaf dalam suratnya, aqu trsenyum geli membaca susunan kata2 yang ia rangkai hanya tuk mengucapkan permohonan maaf. Mungkin bisa dikatakan itu kata maaf yang mati2an terpaksa ia tulis _mengingat posisinya yang tak prnah skalipun ia merasa perlu meminta maaf pd bwahan, BOS, skali lg bos sang kepala bagian _.

well, mengingat kjadian itu, tau juga kan akhirnya lo naskah itu bukan naskah kebnggaan miliknya. Ia terlihat begitu menahan malu waktu pak Rahman menjelaskan lo naskah yang sedang aQ ketik adalah atas permintaanya mengedit naskah cerita yang bakal terbit besok. Sebuah kesalahpahaman, mengingat awal cerita kalimat yang digunakan hampir sama. Naskah yang aQ garap berjenis komedi dan ia berpikir itu naskah garapannya.

Heleh.heleh..
sebodo teuing skrang mah dia mau ngapain ato ngamuk2 kesiapa. Yang penting udah pindah bagian euy.

"gud bey bey ..." ucapQu sambil mengelus2 meja kerja lamaQu.



_____wehwehweh.jusT NinG piKiraN yusNiya aJe.Dot.c0m___


Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/04/sebutir-kelapa-celingukan.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Menanti bahagia di balik airmata

Posted by Cerita Dewasa Jumat, 25 Maret 2011 5 komentar
Menanti bahagia di balik airmata
oleh Yusniya El Musyafa [Yusniyanti] pada 02 Desember 2010 jam 17:59
Adalah semangat,
yang menjadikan jiwanya selama ini kuat,,

namun, ketika tersadar bahwa ia telah berada di batas titik nadir,
tiba-tiba saja wajah cerianya berubah layu, senyum yang senantiasa terpancar dibibirnya seketika redup.

"a-ku tak ku-at yus-ni" ucapnya tertunduk terbata-bata dalam perasaan tegar yang coba ia tahan.

Seketika mendongak,,,

"Robbi...."
betapa mata bening itu telah basah,
oleh air mata,,??
yah..air mata yang selama ini tak pernah ia tampakan dari dulu hingga kini..sampai detik ini aQu mengenalnya.

Ia menangis,,??
Benarkah??

Benarkah, Ia telah mengeluarkan air mata lelahnya dalam menghadapi ujian ini,
begitu beratkah??
Begitu terasa melelahkannya kah??
Begitu letihnya kah??
Sampai2 ia merasa sudah kalah dg mengeluarkan bendera putih tanda menyerah berupa bulir air mata???
Yah, sekali lagi air mata.

Sejenak tertegun menatap matanya yang kini sembab dan sayu..
"aduhai.. Sudah berapa lamakah engkau menangis hingga seolah dirimu bukan dirimu wahai saudari tercintaQu??"
"mana rona wajah ceria yang biasa kau tampakkan di hadapan semua orang?, hingga kami,
mengira engkau tiada pernah sekalipun gundah dan berkeluh kesah.."


sekali ini, benar2 kuingin merangkulnya dalam2..menghapus air mata dari wajah yg kini menjelma sendu itu,
" ujian ini..." ucapku perlahan,, "begitu indah tuk qta lalui ukhti..."
sejenak rasa haru itu menyeruak, membuncah dada,
"percayakah engkau, bahwa saat ini Dia sedang begitu menyayangi Qta..
Dia yakin engkau mampu melewatinya, tak maukah engkau menjadi yang terpilih karena kasih sayang_Nya.."
ia terisak.

"Setelah ini..." ucapku kembali perlahan, dg rasa sesak yang kutahan-tahan tuk bisa mengendalikan air mata yang perlahan jg ingin mengalir
"yakinlah kan ada kejutan indah menantimu.."..

"amiin" lirihnya pelan hampir tak bersuara, dengan butir2 air yang kini semakin deras mengalir.

"jika qt mau bersabar dan ikhlas menjalaninya..." lanjutQu dengan dada yang kian membuncah sesak.

"mampukah..mampukah??" ucapnya semakin lirih menjadikan aQu benar2 memeluknya erat dalam dekapan.

Kami menangis,
menangis?
Sekali lagi menangis,
luar biasa aQu juga menangis.
Ikut merasakan apa yang ia rasakan..
"setelah ini.. Yakinlah kan ada kejutan indah,
bukankah selalu ada hikmah dibalik musibah,,
tak pernah qt tau rahasia dibalik rahasia rencana_Nya"..

"begitukah??"
ucapnya dg sebingkai senyum yang kini telah terbentuk dibibir mungilnya.



__akhir November kelabu__
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/03/menanti-bahagia-di-balik-airmata.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Cerita Yusniyanti : Pzzt..zzttt.."ada sang mantan" (Berbisik pelan)

Posted by Cerita Dewasa Rabu, 16 Maret 2011 10 komentar
Setelah Kemarin adalah 2 Puisi Yusniyanti, Dalam Senyap dan Simfoni Kerlip Bintang, Kali Ini Cerita Dewasa menampilkan artikel Yusniyanti dengan bentuk lain, Dinikmatin Ajah Ya, Cerita Yusniyanti Kali Ini....

Pzzt..zzttt.."ada sang mantan" (Berbisik pelan)

"itu mantanku.." tunjukku serius,
"waah..yang mana..yang mana..!!
Liatin d0nx.."
gayanya begitu antusias, lirik kanan lirik kiri mirip polisi patroli yang lagi nguber mangsa para pengendara yang melanggar lantas.
tak pelak sejenak ia menghentikan aktivitasnya (smser sejati hp g bisa lepas dari tuh tangan).

"ituuu" ujarQu menunjuk tepat disamping hidung peseknya (yang selalu ia bangga2kan, dg embel2 "hidung keramat,keturunan ningrat").

"nu mana cuy, teu aya nana0n, orang adanya cm pt doang ko, SANYO brur..!!" tandasnya kecewa.
"eitz dah!! Keluar jg tuh logat sunda,,
yaaa..itu mantanQu, mantan PT makcudnya,
wuahaha..
Kan baru beberapa bulan yang lalu aQ ma dya ptus"
aQu semakin tergelak dg melihat ekspresi cemberutnya.
"iyya! Putus k0ntrak.!
sialan loe! Gw kirain mantan lu beneran yang kesini, "..

Kami berdua berjalan menyusuri kawasan, dan tiba-tiba.
"pzztt..zzt..lu pindah sini cuy", tangannya menarik badanQu tuk berpindah posisi jalan, tasnya ia gunakan untuk menutupi mukanya yang tiba2 pucat. "jalannya yang cepet brur.." pintanya tergesa-gesa.
"ada apa seh? Kenapa neh anak" pikirQu sambil mengikuti langkahnya.

"itu mantanQu.." ucapnya pelan, tangannya menunjuk pada sekelompok pedagang kaki lima kawasan yang lagi ramai di kunjungi. "ah paling becanda" pikirku. Namun melihat ekspresinya yang bener2 scepatnya ingin pergi dari kawasan aQu jadi meragukan kebohongannya.
"eh..napa seh lu cuy, dbikin sama mantan sendiri aja lu takut" ujarQu menenangkanya.
"udah cepetan yuuk..tar ketauan" rengeknya seperti hendak lari.
"apanyaaa.. Yang mana..yang mana coba orangnya.."

"ittuu.." tunjuknya.
"yang mana, sebelah mana.."
"ituuuu..deket tukang bakso.."
"yang mana seh, lu nunjuk yang bener d0nx, tukang bubur ayam lu tunjuk" aQu mulai kesal.
"ya..iyaa..emang ntu orangnya.." suaranya lemas lunglai.
aQu melongo tak percaya..
"loe..." ujarQu terputus dg mimik masih ky orang bego.
"ho oh" angguknya "tuh mantan tukang bubur ayam langganan gw maksudnya".

"hufft! MAK-SUD LOE..." Dengan tangan hampir mendaratkan jitakan kekepalanya "terus apa tuh mksudnya pake ada adegan lari segala lo itu cuma mantan langganan tukang bubur loe doang haah! Capek tau jalan ampe ngos2an gini" mataQu melotot lebar.
"iyya! Iyya! Cory cuy " pintanya "gw jelasin, gw luppa soalnyaa.." mukanya terpasang dengan ekspresi memelas, lalu lanjutnya
"kemarin makan disitu kaga bayar, assli! W lupa bwa duit, padahal perasaan masih ada 5 ribu di saku jaket"..
"teruuus..." ucapqu mulai penasaran.
"terus yaa.. Gw ikutan ngacir aja breng anak2 tak dikenal yg pada udahan mkan, jadi kan g ketauan tuh lo gw lum byar he he he" tanpa mimik dosa ia meringis.

"dasar k0mpeni loe!!" ledakku dg benar2 mendaratkan jitakan kekepalanya.
"malu-maluin aja gw punya sohib narapidana macam loe". aQu bener2 dibuat keki.



__GobeL IndustriaL Park__


Teruntuk sahabat:
moga bening air mata itu tak mengalir lagi dipelupuk mata indahmu..
Pada engkau yang selalu berbalut senyum,
"(Ukhti Thohayyah)"
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/03/cerita-yusniyanti-pzztzztttada-sang.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Puisi YusniYanti ; Simfoni Kerlip Bintang

Posted by Cerita Dewasa Jumat, 11 Maret 2011 17 komentar
Melanjutkan Saja Postingan Cerita Dewasa Yang Kemarin dengan Label Yusniyanti dengan Puisinya.

¤¤¤ Simfoni KerLip Bintang ¤¤¤
oleh Yusniya El Musyafa pada 30 November 2010 jam 18:52
Nay,,,
jangan pernah berubah
jika engkau rindu padaQu, tataplah bintang itu.
Disana.. Ada banyak harapan menanti
seperti harapQu akan adanya kamu
kerlipan bintang itu..adalah senyumQu untukmu.

Nay,,,
jangan pernah berubah
"Qta adalah bintang hollic..itukan katamu dulu"
dimana ada bintang
disitu pula ada harapan,
bintang mengajarkan Qta kesetiaan
pada bulan, dan pada penghujung malam" yang dirindukan..
Seperti kesetiaan sepasang merpati
simbol abadi persahabatan sejati
itulah Qta..sampai kini.

Nay,,,
jangan pernah menangis,
jangan biarkan bulir bening itu mengalir dari sudut mata indahmu,
jika engkau rindu padaQu..tataplah bintang itu
pancaran kilau cahayanya niscaya kan lembut membelaimu
hingga nanti, kau terlelap damai dalam buaian mimpi

Nay,,,
jangan pernah berubah
untuk keadaan yang kau sendiri tak mengerti
untuk sebuah atm0sfer hidup yang kau sendiri tak mengenali
jika kau rindu padaQu, tataplah bintang itu
disini pula, aQ kan selalu ada untukmu
menemani hari-harimu yang penuh liku

Nay,,,
jangan pernah menangis
untuk sebuah ujian yang kau sendiri tak mampu hadapi
untuk sebuah ketidakpastian yang mesti kau jalani
dimanapan engkau berada Nay...
Bintang-bintang itu kan selalu ada untukmu.

Nay,,,
jangan pernah berubah
meski lelah...
Meski payah..

Ingatkah engkau, seperti kataQu padamu dulu,
"hanya diam..
Hanya bisa memandang dari sisi gelap mata,
mungkin melihat.. Tapi tak terlihat,
mungkin mendengar... Tapi hampir tiada terdengar
dan mungkin terasa..
Tapi mengapa sulit tuk dirasa dan dicerna dengan khayalQu..
Kawan..dya selalu ada dihatiQu.."

itulah getaran kerinduanQu pada ibuQu..
Saat ku bercerita padamu
bahwa aQ begitu rindu ibu
dan kau pun menghiburQu..

Nay,,
jangan pernah berubah
dalam penantian panjang itu
ku kan tetap disini menunggumu
bersama Qt menatap bintang harapan Qta
bersenandung bersama hembus angin yang melata
tentang impian Qta dan untaian sebuah cita-cita
" tataplah bintang di 1/3 malam..
Maka lihatlah sebuah keajaiban,
hujan bintang itu..menawarkan aura keindahan,
yang kau sendiripun takkan pernah ingin melewatkanya"
itu kata-katamu Nay..

Dan..
Bintang-bintang itu adalah kawan
bagi bulan..dan bagi penghujung malam yang dirindukan

jangan pernah berubah Nay..
Terakhir ku katakan..
Kau benar tentang bintang
tentang harapan dan nyanyian 1/3 malam..




(__dalam kenangan__)
Line emb0zz ( Maret 2009)
Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/03/puisi-yusniyanti-simfoni-kerlip-bintang.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>

Puisi 'Dalam Senyap' [Karya YusniYanti]

Posted by Unknown Rabu, 02 Maret 2011 15 komentar
Dulu Cerita Dewasa getol bermain kata2 menciptakan puisi, diantaranya yang sudah pernah diposting seperti Puisi Saya, Mana Nyataku, Di Batas Penantian, ataupun sekedar nngopas ulang puisi puanjangnya Alm Ws Rendra yang Khotbah . Nah Sekarang setelah kemarin ngupload gambar Guruku Cantik Sekali, sekarang ngopas saja dari FB nya Yusniyanti, Yusni Yanti Adalah Calon Adik Ipar Saya, hahaha, yaitu sebuah puisi yang bercerita tentang kesenyapan. Yup Puisi 'Dalam Senyap' , Langsung Saja! :-P
" Dalam §enyap "

" Terlepas dalam kehenin9an yg Fana,
Terte9un taK MenyaPa Jiwa,
Tertoreh dalam barisan kata berunTai aSa..

NyanyikanLah untukQu, alunan lagu dari Sajak-sajak peNentraM Qolbu,
biSikanlah unTukQu, lantuNan sYair dari baiT-baiT sYurgaWi,

Biar hiLang dari Lena yan9 meLeLahkaN ra9a, biaR Sirna Rasa 9undah yan9 menyesaKkan Dada,
yan9 memBuaTQu saaT ini Tertegun
"BeTapa Jiwa ini..be9itu Lama ia Tertidur"

Maka KetiKa LewaT SuduT PeLupuk maTa buTiran benin9 iTu men9aLir,
seRasa in9in JaTuh ra9a berSimpuh..
"aQu...di baTas titik Nadir......"

Seperti an9in yan9 taKkan berhenTi berhembus,,tak sadar jua..aLunan kata" itu mengaLir..berBizik di Telin9a seolah menyuruh jari jemari menari diaTas tuTs pembuat kaTa...
"aQu in9in hilaaaaaaaan9.."

Anda sedang membaca artikel tentang Yusniyanti dan anda bisa menemukan artikel Yusniyanti ini dengan url http://ceritadewasa-gabrud.blogspot.com/2011/03/puisi-dalam-senyap-karya-yusniyanti.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Yusniyanti ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Yusniyanti sebagai sumbernya.

Baca Selengkapnya ....
>
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Cerita Dewasa Gabrud | KisBir | Terbaru 2012.